Barru – Nyataonline.web.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam mendukung penegakan hukum kembali ditunjukkan melalui penyerahan hibah asrama/mess bagi Kejaksaan Negeri (Kejari) Barru. Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja aparatur sekaligus memperkuat pelayanan publik di daerah.
Asrama tersebut diresmikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan di kompleks Kantor Kejari Barru, Jalan Sultan Hasanuddin, Rabu (8/4/2026).
Kepala Kejaksaan Negeri Barru, Erik Yudistira, S.H., M.H., menjelaskan bahwa bangunan ini merupakan hibah dari Pemerintah Kabupaten Barru yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025, dengan kapasitas 16 kamar. Asrama diperuntukkan bagi pegawai, baik yang telah berkeluarga maupun lajang, dengan sistem hunian dua orang per kamar sesuai gender.
“Asrama ini menjadi bagian dari program ‘Zero in the Cost’, sehingga ke depan tidak ada lagi pegawai yang mengontrak di luar. Dengan begitu, mereka bisa lebih fokus menjalankan tugas,” ujarnya.
Fasilitas tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya CSR Bank Sulselbar berupa 16 unit tempat tidur dan 16 gorden, serta pengadaan pendingin ruangan melalui iuran mandiri pegawai.
Erik berharap kehadiran asrama ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan pegawai, tetapi juga mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum di Kabupaten Barru.
Sementara itu, Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., menegaskan bahwa pembangunan asrama ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung aparat penegak hukum serta implementasi visi pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD.
“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagian dari upaya mewujudkan Barru yang berkeadilan, maju berkelanjutan, dan sejahtera lebih cepat,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran aparat penegak hukum dalam mengawal jalannya pemerintahan, khususnya dalam memastikan penggunaan anggaran berjalan tepat sasaran.
Selain itu, Bupati mengapresiasi soliditas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menjaga stabilitas daerah. Dengan mengusung tagline “Singgah di Barru”, ia menggambarkan Barru sebagai daerah yang terbuka dan berkembang, bukan sekadar wilayah perlintasan, tetapi juga destinasi yang memberi kesan positif.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, S.H., M.H., memaparkan tiga program prioritas kejaksaan, yakni peningkatan pelayanan publik, optimalisasi penanganan perkara, dan penyediaan hunian bagi pegawai.
Ia menekankan bahwa pelayanan publik menjadi fokus utama, salah satunya melalui layanan saksi prima yang menghadirkan kenyamanan bagi para saksi dalam proses peradilan.
“Saksi adalah kunci dalam proses peradilan. Karena itu, kami menghadirkan layanan yang memberikan kenyamanan, seperti ruang tunggu yang layak dan fasilitas pendukung,” ungkapnya.
Dalam aspek penanganan perkara, ia menegaskan bahwa kehadiran kejaksaan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pemerintah daerah, termasuk melalui penyelamatan aset negara oleh Jaksa Pengacara Negara.
“Kehadiran jaksa tidak boleh menimbulkan ketakutan. Prinsip kami, harus memberi manfaat. Namun jika ada niat jahat, akan kami tindak tegas tanpa kompromi,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Barru dalam menyediakan hunian bagi pegawai kejaksaan, mengingat tingginya mobilitas tugas para jaksa.
“Dengan adanya hunian yang layak, kinerja akan semakin optimal dan berdampak positif terhadap pelayanan kepada masyarakat serta pembangunan daerah,” tutupnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua IAD Wilayah Sulawesi Selatan Ny. Ery Didik Farkhan, Wakil Ketua IAD Wilayah Sulsel Ny. Annyk Susiati Prihatin, Asisten Pembinaan Kejati Dr. Abdillah, S.H., M.H., unsur Forkopimda Barru, serta para pimpinan OPD.

