Hangatnya Silaturahmi Ulama dan Umara di Barru: Tausiyah AG Faried Wajedi Sentuh Hati di Rujab Bupati

Barru – Nyataonline.web.id – Nuansa pasca-Ramadan di Kabupaten Barru terasa semakin hangat dengan hadirnya momen penuh makna antara ulama dan umara. Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso, Prof. Dr. KH. Muh. Faried Wajedi, atau yang akrab disapa Anre Gurutta, bersilaturahmi dengan Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, di Rumah Jabatan Bupati, Sabtu (21/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu diawali dengan salat Magrib berjamaah. Ruang tamu Rumah Jabatan dipenuhi jamaah yang terdiri dari jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Barru serta para pembina Pondok Pesantren DDI Mangkoso, menciptakan suasana kebersamaan yang kental.

Usai salat, momen berlanjut dengan tausiyah yang disampaikan langsung oleh Anre Gurutta Faried Wajedi. Dengan tutur yang menyejukkan, ia mengupas makna mendalam silaturahmi dalam kehidupan umat Islam. Ia menegaskan bahwa silaturahmi bukan sekadar tradisi, melainkan ibadah yang memiliki keutamaan besar—mampu memperpanjang umur, melapangkan rezeki, dan memperkuat persaudaraan.

Tak hanya itu, Anre Gurutta juga mengingatkan tentang keajaiban istigfar sebagai amalan sederhana namun penuh kekuatan. Ia mengajak seluruh yang hadir untuk senantiasa memperbanyak istigfar sebagai jalan memohon ampunan sekaligus membuka pintu kemudahan dalam setiap urusan kehidupan.

Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, yang hadir didampingi suaminya Muhammad Yulianto Badwi, menyampaikan rasa syukur dan penghormatan atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran Anre Gurutta tidak hanya mempererat hubungan antara ulama dan umara, tetapi juga menjadi sumber pencerahan spiritual bagi seluruh jajaran pemerintah.

“Alhamdulillah, kehadiran beliau membawa keberkahan dan menjadi pengingat bagi kami semua untuk terus memperkuat nilai-nilai spiritual dalam menjalankan amanah,” ungkapnya.

Ia juga menilai tausiyah yang disampaikan menjadi bekal penting untuk memperbaiki diri, mempererat kebersamaan, serta menjalankan tugas dengan niat yang tulus dan penuh keikhlasan.

Momentum silaturahmi ini pun diharapkan menjadi penguat hubungan antara ulama dan umara di Kabupaten Barru, sekaligus menghadirkan ruang refleksi spiritual setelah menjalani ibadah Ramadan—sebuah pengingat bahwa keseimbangan antara kepemimpinan dan nilai-nilai keagamaan adalah fondasi utama dalam membangun daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *