
Barru – Nyataonline.web.id – Kabupaten Barru kembali bersinar sebagai pusat peradaban budaya Nusantara melalui penyelenggaraan Festival Budaya To Berru yang dipadukan dengan Festival Aksara Lontaraq, berlangsung pada 23–25 November 2025 di Alun-Alun Colliq Pujie. Dua festival besar ini menghadirkan pengalaman budaya yang bukan hanya merayakan masa lalu, tetapi juga menegaskan bagaimana tradisi dapat berdialog dengan teknologi dan kreativitas generasi masa kini.
Gelaran ini menjadi ruang perjumpaan lintas zaman. Pengunjung diajak menyusuri kekayaan literasi kuno melalui Pameran Naskah Kuno Digital, menyaksikan bagaimana aksara warisan leluhur hidup kembali dalam format modern. Berbagai Workshop Integrasi Budaya dan Teknologi serta Kelas Inkubasi Seni Media memperluas wawasan tentang cara-cara baru melestarikan tradisi, sekaligus membuka ruang inovasi bagi talenta muda.
Festival ini juga memantik imajinasi para pecinta cerita rakyat lewat Lomba Storytelling Cerita Rakyat Aksara Lontaraq, memperkuat kembali tradisi tutur yang telah membentuk identitas masyarakat Bugis. Puncaknya, penampilan megah Tari Kolosal “COLLIQ PUJIE: Cendekia Penggerak Zaman” menghanyutkan penonton dalam kisah kegigihan, kecerdasan, dan jejak pengaruh Colliq Pujie sebagai salah satu perempuan terpelajar paling berpengaruh dari tanah Bugis.
Tak berhenti pada panggung pertunjukan, festival ini turut menghidupkan ruang publik melalui Pergelaran Seni Aktivasi Ruang Publik Museum Colliq Pujie, Instalasi Taman Cahaya, hingga Temu Karya Komunitas yang memperkuat ekosistem seni lokal. Kegembiraan semakin lengkap dengan Lomba Permainan Tradisional yang mengajak generasi muda mengenal kembali permainan masa lampau, serta Pameran Kuliner UMKM yang menggugah selera dan memperkenalkan ragam cita rasa Barru kepada para pengunjung.
Kesuksesan penyelenggaraan festival ini lahir dari kolaborasi kuat antara:
√ Kementerian Kebudayaan RI
√ Direktorat Pengembangan Digital Budaya
√ Direktorat Sarana dan Prasarana
√ Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX
√ Pemerintah Kabupaten Barru
Sinergi ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam merawat warisan leluhur, memperkuat identitas budaya, serta menghadirkan ruang edukatif yang tetap menyenangkan bagi masyarakat dari berbagai kalangan.
Festival Budaya To Berru dan Festival Aksara Lontaraq 2025 bukan sekadar perayaan—melainkan perjalanan kembali ke akar, merayakan kekayaan budaya, sekaligus menatap masa depan peradaban Indonesia dengan penuh optimisme. (frd)


