Barru — Nyataonline.web.id — Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, melaksanakan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Barru di Masjid Al Ittifaqi Lembae, Kelurahan Coppo, Kecamatan Barru, pada malam ke-13 Ramadan, Senin (2/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati terlebih dahulu menyerahkan bantuan operasional Syiar Ramadan 1447 Hijriah dari Pemerintah Kabupaten Barru kepada pengurus Masjid Al Ittifaqi Lembae sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan ibadah dan kegiatan keagamaan selama bulan suci Ramadan.
Dalam sambutannya, Abustan menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
“Malam ini merupakan malam pertama Bakohumas. Kita memulai dari Kecamatan Barru, dan saya mendapat tugas di Lembae,” ujarnya.
Mengusung tema “Meningkatkan Ukhuwah dalam Rangka Mewujudkan Kabupaten Barru yang Bernapaskan Keagamaan, Maju Berkelanjutan, dan Sejahtera Lebih Cepat,” Wakil Bupati mengajak masyarakat untuk menjaga persaudaraan dan menjauhi sikap permusuhan atau si bombe-bombe.
Ia mengingatkan pentingnya saling memaafkan, terutama di bulan Ramadan, agar ibadah yang dijalankan mendapat keberkahan.
“Para ulama mengingatkan, jika masih ada yang tidak saling bertegur sapa saat Ramadan, dikhawatirkan pahala puasanya tidak diterima. Karena itu mari kita saling memaafkan agar keberkahan Ramadan dapat dirasakan bersama,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga memaparkan berbagai capaian pembangunan selama kurang lebih satu tahun masa kepemimpinan bersama Bupati Barru. Ia menyebutkan pertumbuhan ekonomi Barru meningkat dari sekitar 4 persen menjadi lebih dari 5 persen.
Selain itu, angka pengangguran mengalami penurunan signifikan dari 8,6 persen menjadi sekitar 5 persen, yang disebutnya sebagai penurunan terbesar sepanjang sejarah Kabupaten Barru.
Menurutnya, penurunan tersebut ditopang oleh berbagai program pembangunan dan penciptaan lapangan kerja, di antaranya pembangunan Sekolah Rakyat di Lawallu dengan anggaran sekitar Rp270 miliar yang menyerap sekitar 320 tenaga kerja, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih senilai Rp9,7 miliar, pembentukan 18 Koperasi Merah Putih yang menyerap kurang lebih 800 tenaga kerja, serta pengangkatan PPPK Paruh Waktu sebanyak 2.286 orang.
“Jika dijumlahkan, ribuan tenaga kerja sudah terserap. Jadi kalau ada yang mengatakan pengangguran tidak turun, itu tidak benar,” tegasnya.
Wakil Bupati juga menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Barru mengalami penurunan dari 8,31 persen menjadi sekitar 8 persen.
Di sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Barru menargetkan pembukaan sekitar 1.000 hektare lahan tidur untuk pengembangan tanaman kopi. Dengan estimasi dua juta pohon kopi dan asumsi produksi satu kilogram per pohon, potensi produksi dapat mencapai dua juta kilogram kopi dengan nilai ekonomi sekitar Rp120 miliar per tahun.
“Yang menikmati hasilnya adalah masyarakat Barru, bukan wakil bupati atau pejabat,” ujarnya.
Sementara di wilayah pesisir, pemerintah daerah tengah mengembangkan program Kampung Nelayan Merah Putih yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti perahu, cold storage, bengkel mesin tempel, hingga pusat kuliner. Selain itu, budidaya tiram juga akan dikembangkan secara terencana untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
Wakil Bupati juga mengingatkan masyarakat pesisir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin puting beliung. Dengan garis pantai sekitar 78 kilometer, Kabupaten Barru termasuk wilayah yang rawan cuaca ekstrem. Dalam beberapa waktu terakhir, hampir 100 rumah dilaporkan terdampak angin kencang.
Dalam kesempatan tersebut, Abustan turut memperkenalkan program penempatan tenaga kerja ke Jepang bagi lulusan SMA/SMK dengan usia maksimal 25 tahun yang belum memiliki pekerjaan. Peserta akan mengikuti proses seleksi dan pelatihan selama sekitar enam bulan sebelum diberangkatkan.
Di Jepang, para tenaga kerja berpeluang memperoleh penghasilan sekitar Rp15 juta per bulan, bahkan bisa mencapai Rp20 juta khusus sektor perikanan. Dengan masa kontrak lima tahun, peserta diperkirakan dapat membawa pulang tabungan hingga Rp500 juta sampai Rp600 juta.
“Bukan hanya soal uang, tetapi yang paling penting adalah disiplin, etos kerja, dan pengalaman,” jelasnya.
Program tersebut menargetkan minimal 100 peserta pada tahun ini dan diharapkan mencapai 1.000 peserta dalam lima tahun ke depan.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah membutuhkan dukungan dan doa dari seluruh masyarakat.
“Kekuatan kami terbatas. Karena itu kami sangat membutuhkan dukungan, kerja sama, dan doa dari seluruh masyarakat,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh jamaah untuk terus mendoakan Kabupaten Barru agar senantiasa diberi keberkahan, dijauhkan dari bencana, serta mampu mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.
Safari Ramadan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Barru, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Barru, Kepala Dinas Perikanan, Lurah Coppo, serta sejumlah unsur pemerintah daerah lainnya.


