Jembatan Gantung Pakka Diresmikan, Bupati Barru: Bukti Kepedulian Polri untuk Masyarakat Desa Nepo

Barru — Nyataonline.web — Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Sulawesi Selatan atas pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan dua wilayah di Dusun Pakka, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi. Jembatan tersebut diresmikan pada Rabu (4/3/2026) dan diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas serta keselamatan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Barru menyebut kehadiran Kapolda Sulsel di Kabupaten Barru sebagai berkah bagi masyarakat, terlebih pembangunan jembatan tersebut merupakan kebutuhan yang telah lama dinantikan warga Desa Nepo.

Menurutnya, jembatan gantung ini menjadi akses vital yang menghubungkan dua dusun dengan jumlah penduduk sekitar 300 jiwa. Selama ini masyarakat menghadapi keterbatasan sarana penyeberangan, termasuk anak-anak yang harus menyeberang untuk bersekolah di wilayah atas desa.

Ia menuturkan bahwa keberadaan jembatan tersebut akan memudahkan mobilitas masyarakat, baik untuk aktivitas pendidikan maupun kegiatan ekonomi seperti membawa hasil pertanian dan hortikultura, di antaranya cengkeh, jagung, dan kacang.

Bupati juga berharap dukungan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi untuk peningkatan infrastruktur jalan yang menghubungkan Kabupaten Barru dan Kabupaten Soppeng sehingga konektivitas wilayah dapat semakin baik.

Di akhir sambutannya, Bupati Barru menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Sulsel beserta jajaran Brimob dan Polres Barru atas perhatian dan kontribusi nyata kepada masyarakat Desa Nepo.

Sementara itu, Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandani Rahardjo Puro menegaskan komitmen Polri untuk terus hadir membantu masyarakat, termasuk melalui pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung.

Ia menjelaskan, perhatian terhadap pembangunan jembatan di berbagai daerah berawal dari kepedulian pemerintah pusat terhadap keselamatan dan akses pendidikan anak-anak yang harus menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah. Hal tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui berbagai program, termasuk pembangunan jembatan di wilayah pedesaan.

Menurut Kapolda, dalam kurun waktu empat bulan terakhir jajaran Polri telah membangun dua jembatan, yakni di Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Barru. Pembangunan tersebut melibatkan personel kepolisian, khususnya dari satuan Brimob.

Jembatan yang diberi nama Jembatan Giniung Pratidina tersebut diharapkan dapat dirawat dengan baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat.

Kapolres Barru AKBP Ananda Fauzi Harahap, S.I.K., M.H., dalam kesempatan yang sama menyampaikan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mendukung berbagai program kemanusiaan dan pembangunan yang berdampak langsung bagi warga.

Ia berharap jembatan tersebut menjadi simbol kebersamaan dan sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

Kepala Desa Nepo, Muhammad Toaha, juga menyampaikan apresiasi atas pembangunan jembatan yang menjadi akses penting bagi lebih dari 100 kepala keluarga di dua dusun di Desa Nepo. Ia menilai jembatan tersebut akan mempermudah aktivitas pelajar menuju sekolah sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian masyarakat.

Peresmian jembatan ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Kapolda Sulawesi Selatan yang didampingi Bupati Barru dan pejabat terkait. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengujian jembatan sebagai tanda mulai difungsikannya fasilitas tersebut bagi masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Barru, Ketua DPRD Barru, unsur Forkopimda, pejabat utama Polda Sulsel dan Polres Barru, pimpinan OPD, Camat Mallusetasi, unsur TNI-Polri setempat, tokoh masyarakat, serta warga Desa Nepo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *