Barru – Nyataonline.web.id – Semangat belajar Al-Qur’an terus ditunjukkan oleh Apriansyah (13), seorang santri Rumah Tahfidz Qur’an Al Mumtadz Relawan Akhirat Indonesia (RAI) Barru yang berasal dari Wirae, Desa Ajakkang. Meski harus menjalani kehidupan tanpa sosok ibu yang telah meninggal dunia, siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah ini tetap tekun menimba ilmu agama dan menghafal Al-Qur’an.
Apriansyah merupakan putra dari Usman yang tinggal di wilayah Wirae, Desa Ajakkang. Dalam kesehariannya, ia membagi waktu antara kegiatan sekolah dan aktivitas mengaji di Rumah Tahfidz Qur’an Al Mumtadz (RAI) Barru. Ketekunan dan kesungguhannya menjadi contoh bagi teman-teman seusianya.
Dengan mengenakan pakaian muslim sederhana, Apriansyah tampak penuh percaya diri saat menunjukkan lembar capaian belajarnya di Rumah Tahfidz. Ia terus berusaha meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an sebagai bekal masa depannya.
Meski menghadapi keterbatasan, Apriansyah tetap memiliki tekad kuat untuk menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan berguna bagi masyarakat. Dukungan dari ayahnya menjadi motivasi besar baginya untuk terus melangkah dan tidak menyerah dalam menuntut ilmu.
Pembinaan di Rumah Tahfidz Qur’an Al Mumtadz (RAI) Barru diharapkan dapat membantu Apriansyah dan para santri lainnya tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang berakhlak mulia serta memiliki masa depan yang lebih baik.
Kisah Apriansyah menjadi pengingat bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Dengan semangat dan ketekunan, ia terus berjuang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya. (frd)


